Hasil Peserta Workshop Pengembangan Karir Guru IPS Kota Serang 2012 ( 4 )

ARTIKEL JURNAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL
NUMBERED HEAD TOGATHER ( NHT)
PADA KD 7.3 DI KLS IX A SMPN 10 KOTA SERANG

DI AJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS WORKSHOP PTK MGMP IPS
SEKOTA SERANG
OLEH : KELOMPOK 4

1. Siti Fathanah, S.Ag. ( SMPN 8 Kota Serang)
2. Dra. Sumi Lestari ( SMPN 11 Kota Serang)
3. Maemunah, S.Pd. ( SMPN 22 Kota Serang)
4. Ery Zuhriyah, S.Pd. ( SMPN 10 Kota Serang)
5. Haryati, S.Pd ( SMPN 6 Kota Serang )
6. Rd. Rahmat, S.Pd ( SMPN 13 Kota Serang )
7. Holili, S.Pd ( SMPN 15 Kota Serang
8. Dian,S.Pd ( SMP Al-Azhar 11 Kota Serang )

ABSTRAK: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas 9 SMPN 10 Kota Serang. Subjek penelitian adalah siswa kelas sembilan yang berjumlah 40 siswa. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan (Classroom Action Research). Pengumpulan data dilakukan melalui telaah pustaka, observasi catatan pengalaman, foto dan penilaian kinerja. Analisis data dilakukan secara kolaboratif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Numbered Head Together dapat meningkatkan motivasi belajar IPS. Hal itu terbukti melalui dua siklus pengamatan, yaitu pada siklus ke-1 menunjukan hasil belajar siswa hanya mencapai rata-rata nilai 55,75. Hal tersebut disebabkan oleh kegiatan pembelajaran melalui diskusi belum berjalan dengan baik. proses kerjasam dalam diskusi masih sangat kurang hanya mencapai 48%, keberanian anggota kelompok dalam menjawab 35%, kegiatan presentasi masih sangat kurang hanya 45%. Tetapi antusias siswa untuk bertanya pada kelompok lain masih lebih baik mencapai 75%. Sedangkan pada siklus 2 yang sudah mengalami peningkatan setelah adanya motivasi dan penerapan model Numbered Head Together yang lebih baik. Nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 77,75 melebihi KKM yang sudah ditetapkan, yaitu 70. Diskusi yang mereka lakukan mengalami peningkatan dalam aspek keaktifan 68%, kerja sama 58%, Presentasi 45%, bertanya 79% dan menjawab 68%.
Kata kuncinya : motivasi meningkatkan prestasi belajar

Pelajaran IPS dimata anak adalah bisa dikatakan pelajaran yang menjenuhkan, bagi sebagian besar siswa menganggap pelajaran IPS masih berkisar tentang masalah waktu, tempat, dan kejadian yang sudah lama terjadi. Disamping fenomena yang kita lihat sebagian besar siswa SMP memilih budaya baca yang sangatlah rendah. Dari rendahnya motivasi untuk membaca itu sendiri maka dari itu guru mencari solusi agar siswa gemar membaca terutama bacaan-bacaan IPS.
Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan motivasi siswa supaya dapat berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya, sehingga akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Untuk itu, guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar.
Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik, motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur, 2001 : 3). Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi, juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak, sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa.
Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. :Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik

Menurut Kagen dalam Ibrahim (2000: 28) bahwa Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Selain itu, tipe ini juga dapat melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
Sehingga siswa tidak merasa jenuh, malah lebih bervariatif dan inovatif.
Lebih lanjut Ibrahim mengemukakan tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu :

1. Hasil belajar akademik stuktural
Bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik.
2. Pengakuan adanya keragaman
Bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai latar belakang.
3. Pengembangan keterampilan social
Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.
Untuk kepentingan penelitian ini peneliti mencoba menerapkan model Numbered Head Together (NHT) untuk mengatasi menurunnya motivasi belajar siswa dalam mempelajari Pelajaran IPS khususnya pada materi Globalisasi di kelas 9.A SMP Negeri 10 Kota Serang. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah pustaka, observasi catatan pengalaman, foto dan penilaian kinerja. Analisis data dilakukan secara kolaboratif sejak penelitian dimulai, selama proses tindakan berlangsung dan dikembangkan selama proses refleksi sampai penyusunan laporan, tekhnik data yang digunakan adalah model analisis data. Data yang digunakan adalah model analisis Interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Rancangan penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Action Ressearch ) Penelitian terdiri atas dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2012 dan siklus ke dua tanggal 7 Juli 2012 . Masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan ( planning ), pelaksanaan ( Acting ), pengamatan
( Observating ) dan tindak lanjut ( Reflecting ).
Hasil Penelitian & Pembahasan
Siklus ke satu
Penelitian tindakan siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2012. Bahan kajian siklus 1 adalah Globalisasi (menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global. Setelah dilakukan tindakan-tindakan pada siklus 1, terdapat perubahan, yaitu motivasi belajar siswa lebih meningkat bila dibandingkan dengan sebelum dilakukan penelitian. Berdasarkan hasil pengamatan siswa, diperoleh rata-rata aktivitas siswa bervariasi berdasarkan aspek yang diamati, dalam pengamatan jelas diperoleh data bahwa siswa masih kurang dalan aspek menjawab. Siswa belum terbiasa dan nampak bingung dalam langkah-langkah pembelajarn kooperatif, siswa belum terbiasa untuk bekerjasama, berbagi tanggung jawab dan berbagi informasi,siswa cenderung masih mengandalkan teman-temannya yang pintar.

Tabel: 1.
Prosentase keberhasilan diskusi
ASPEK PROSENTASE KEBERHASILAN TARAF KEBERHASILAN :1. Keaktifan 63 % Baik,2. Kerjasama 48 % Cukup, 3.Presentasi 45 % Cukup, 4. Bertanya 75 % Baik dan 5. Menjawab 35 % Kurang

b. Rata-rata hasil belajar
Kondisi yang kondusif mendukung timbulnya keinginan siswa untuk mau dan mampu mencapai tujuan, ternyata terbukti dari hasil siklus pertama ini walaupun perubahan tidak terlalu mencolok, hal ini terlihat dari meningkatnya hasil perolehan ulangan siswa setelah proses siklus berakhir. Sebagai pembanding nilai, peneliti mengambil nilai pre test dengan nilai post test Rerata Nilai Test pada siklus pertama nilai test 55,75 dengan KKM 70

Berdasarkan hasil analisis data dan pemantauan ditemukan beberapa aspek keberhasilan, terdapat perubahan, yaitu motivasi belajar siswa lebih meningkat bila dibandingkan dengan sebelum pembelajaran dengan menggunakan model Numbered Head Together . Peningkatan motivasi ini terlihat pada saat kegiatan diskusi kelompok, keaktifan siswa mencapai 63 %, keberanian menyampaiakan pertanyaan mencapai 75%,
Sedangkan kelemahan-kelemahan yang perlu di rencanakan kembali pada siklus berikutnya , yaitu : ( 1 ) siswa dengan motivasi belajar tinggi baru sebesar
40 % berarti belum sesuai dengan indikator penelitian, ( 2). Pada pembuatan kelompok masih terlihat ramai dan kacau, (3). Aktitivitas siswa dalam menanggapi presentasi masih kurang, masih ada siswa yang tidak mau melibatkan diri dalam diskusi. ( 4 ) Pada saat presentase di depan kelas beberapa siswa masih kelihatan canggung, takut dan malu, ( 5 ) waktu sebagian besar teralokasikan untuk diskusi sehingga terjadi kekurangan waktu untuk presentasi dan tanggapan.
Siklus ke dua
Penelitian tindakan siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2012. Bahan kajian siklus 2 adalah Globalisasi
Pelaksanaan pada siklus 2 pada dasarnya sama dengan siklus 1 , hanya pada siklus 2 ini diadakan perubahan-perubahan sesuai kekuarangan dari siklus 1 sehingga diharapkan pada siklus 2 ini terjadi peningkatan baik motivasi mupun hasil belajar siswa Rerata Nilai Test pada siklus ked Nilai test
77,75 dengan KKM 70

Dalam kegiatan pengamatan pada siklus 2 ini peneliti sama menekankan kepada dua aspek yaitu :
a. Rata-rata motivasi siswa dalam proses pembelajaran
Rata-rata motivasi siswa dalam pembelajaran pada siklus 2 ada peningkatan ini ditandai dengan adanya : peningkatan keatifan siswa dalam diskusi.
Prosentase keberhasilan diskusi ASPEK : PROSENTASE KEBERHASILAN TARAF KEBERHASILAN ; 1 Keaktifan 68 % (Baik ), 2.Kerjasama 58 % (Cukup), 3 Presentasi 58 % (Cukup ), 4.Bertanya 80 % (Baik) dan aspek
5 Menjawab 68 % ( Cukup )

b. Rata-rata hasil belajar

Dari hasil test setelah proses pembelajaran berlangsung, terliat adanyan peningkatan skor dibandingkan dengan siklus ke-1 hal ini terlihat pada rata-rata pendapatan skor siswa pada akhir siklus ke- 2. Untuk lebih jelasnya tersaji pada tabel di bawah ini
Tabel : 4.
Skor rerata antara nilai pada siklus 1 dan siklus 2
Kegiatan Tes Siklus 1 Siklus 2 Peningkatan
Pos tes 55,75 77,75 22,00

Berdasarkan data diatas terlihat bahwa ada kenaikan rata-rata dari siklus sebelumnya ,hal ini memberi informasi bahwa pembelajaran IPS terpadu dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together akan meningkatkan aktivitas belajar siswa.

Berdasarkan catatan di lapangan, diperoleh data munculnya beberapa siswa yang memilki kecerdasan linguistik dan kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain.
Pembahasan

Dari hasil penelitian yang dikumpulkan baik dari kolaborator, angket siswa, hasil monitoring, nilai proses siswa dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran Numbered Head Together dapat meningkatkan motivasi belajar IPS. Masalah yang ada pada saat kegiatan pembelajaran IPS- yaitu siswa menampakkan kurang bersemangat dan kurang siap dalam menghadapi pelajaran sudah dapat diubah.

Dari hasil pengamatan pada siklus ke-1 proses kerjasam dalam diskusi masih sangat kurang serta keberanian anggota kelompok menjawab pertanyaan yang muncul dalam kegiatan presentasi masih sangat kurang, hal ini mungkin disebabkan kurangnya penguasaan siswa terhadap materi yang di diskusikan.
Jika melihat nilai hasil evaluasi sudah cukup baik dan juga siswa tampak bergairah dalam mengikuti pembelajaran. Menurut peneliti ini tidak terlepas dari model pembelajaran dan pendekatan yang digunakan yang menuntut siswa untuk aktif berpartisipasi dalam setiap pembelajaran dan tidak membosankan.

Kesulitan siswa dalam memecahkan permasalahan yang muncul dalam diskusi yang tidak ditemukan dalam buku paket maupun hand out, hal ini menurut peneliti disebabkan siswa masih kurang dalam minat membaca di perpustakaan maupun di rumah, sehingga bekal pengetahuan umum siswa masih sangat kurang, maka motivasi untuk gemar membaca pada siswa perlu ditingkatkan.

Dari uraian keseluruhan siklus di atas tampak bahwa dengan menggunakan model Numbered Head Together dalam pembelajaran IPS untuk metari Globalisasi di kelas 9 A, pamahaman siswa tentang konsep globalisasi menjadi meningkat, ini dapat di lihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dan tingkat ketuntasan kelas, walaupun jika diperhatikan secara kelompok belum dikatakan tuntas.

Penerapan model Numbered Head Together yang digunakan dalam pembelajaran IPS materi globalisasi di kelas 9 A ini masih tetap memerlukan peran aktif dari guru, disamping juga perlu disediakannya buku pegangan yang harus dibaca siswa sebelum proses pembelajaran dimulai untuk membekali siswa tentang konsep-konsep dasar yang harus dipahami.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disampaikan bahwa agar pemahaman siswa dapat meningkat pada pembelajaran IPS, maka perlu perlakuan dan pengkondisian, antara lain:
1.Pemilihan model yang tepat.
2.Perlu disarankan untuk membaca buku paket atau hand out paling tidak satu minggu sebelum pembelajaran dilaksanakan untuk membekali siswa tentang pengetahuan dasar yang harus dikuasai untuk memecahkan masalah yang ada.
3.Guru tetap diperlukan untuk memberikan konsep-konsep dasar IPS.
4.Perlu pemberian tugas terstruktur bagi siswa setiap selesai pembelajaran.

Simpulan
Berdasarkan pada data yang telah dikumpulkan dan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan:
1.Penggunaan model Numbered Head Together dalam pembelajaran IPS dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa di kelas 9 A SMP Negeri 10 Kota Serang pada materi Globalisasi, indikatornya adalah nilai rata-rata siswa mencapai 77,75 dengan KKM Kompetensi Dasarnya 70.
2.Langkah operasional yang perlu diperhatikan untuk pembelajaran dengan menggunakan model Numbered Head Together adalah
a.Menjelaskan tentang lnagkah-langkah model Numbered Head Together kepada siswa.
b.Perlu disarankan untuk membaca buku paket atau hand out paling tidak satu minggu sebelum pembelajaran dilaksanakan untuk membekali siswa tentang pengetahuan dasar yang harus dikuasai untuk memecahkan masalah yang ada.
c.Guru tetap diperlukan untuk memberikan konsep-konsep dasar IPS.
d.Perlu pemberian tugas terstruktur bagi siswa setiap selesai pembelajaran

DAFTAR PUSTAKA

1.Sukanto Sunardi. Buku Paket IPS Terpadu kelas IX. Jakarta: PUSBUK Departemen Pendidikan Nasional
2.Tryana, Antin. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together (NHT), translasi dari: http: // Alt. Red/ clnerwork/numbered.htm.
3.http: // www. eazhull.org.uk /nlc / numbered head. Htm.
4.http: //herdy07. WordPress.com / 2009/04/22 Model Pembelajran NHT
5.Dimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s