Hasil Peserta Workshop Pengembangan Karir Guru IPS Kota Serang 2012 (1)

JURNAL HASIL PENELITIAN OLEH KELOMPOK 1
1.Ketua : Dadan Sujana (SMPN 20 Kota Serang)
2.Sekretaris : Ratu Inayati ( SMP Khairul Huda Kota Serang)
3.Anggota :
1. Dede Kusumawati (SMPN 3 Kota Serang)
2. Yayat Suryati (SMPN 23 Kota Serang)
3. Mukadamu (SMP Islam Plus Al-Munawaroh Serang
4. Hj. Rina Nurhayati (SMPN 5 Kota Serang)
5. Lugiyem (SMPN 4 Kota Serang)
6. Hayati,S.Pd ( SMPN 6 Kota Serang )

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA
DALAM UNSUR-UNSUR PEMBENTUKAN
MUKA BUMI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN
“COOPERATIVE LEARNING” TIPE “JIGSAW”
DI KELAS VII.A. SMPN 5 KOTA SERANG
Oleh : Kelompok 1 *)

Abstrak : Pendidikan adalah investasi sumber daya manusia jangka panjang yang mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia. Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah guru . Gurulah yang langsung berhadapan dengan peserta didik untuk mentranfer ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendidik dengan nilai-nilai positif melalui bimbingan dan keteladanan.
Masalah pendidikan yang banyak diperbincangkan adalah masalah rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang lembaga pendidikan yang tercermin dari rendahnya rata-rata prestasi belajar siswa. Upaya-upaya dalam mengatasi rendahnya mutu pendidikan tersebut dapat diatasi dengan berbagai cara, mulai dari pengembangan kurikulum, pengembangan metode dan alat bantu pengajaran, dalam rangka perbaikan dan pengembangan proses belajar mengajar, dari proses belajar mengajar yang konvensional ke arah proses belajar mengajar yang modern.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah dirumuskan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini sebagai berikut, ”apakah metode cooperative learning dapat meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran IPS”.
Dari permasalahan yang ada maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan kemampuan siswa melalui diskusi kelompok model pembelajaran jigsaw, Dari hasil observasi, wawancara,kuesioner dan tes dapat dilihat bahwa: 89% siswa menyetujui/menyukai metode cooperative learning tipe jigsaw, adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dari 63,5% menjadi 70% dengan jumlah siswa yang tuntas dari 9 orang siswa menjadi 15 siswa ada kenaikan sebanyak 6 siswa.

Kata-kata kunci : Motivasi belajar, Aktivitas belajar, Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw.

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas, motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas arah dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuan. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Haryanto Kandani, artikel Mentalitas Motivator bahwa motivasi diri adalah yang akan mendorong seseorang untuk memulai dan melakukan suatu tindakan. Motivasi menciptakan daya gerak yang tidak kelihatan namun begitu dasyat. Dengan kondisi-kondisi tersebut akan memunculkan suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan ( Jamaras : 2002 :114 ).
Aktivitas belajar merupakan kegiatan yang sangat penting dalam proses pembelajaran, seperti yang dikemukakan oleh Sardiman (1992:95) “Dalam belajar sangat diperlukan adanya aktifitas, tanpa aktivitas belajar itu tidak mungkin berlangsung dengan baik. Aktivitas dalam proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran, bertanya hal yang belum jelas, mencatat, mendengar berfikir, membaca, dan segala kegiatan yang dilakukan yang dapat menunjang prestasi belajar.”
Model Pembelajaran Cooperativ Learning – Type Jigsaw merupakan suatu model pembelajaran yang mendasari model pembelajaran gotong royong, dalam pendidikan adalah falsafah home homini secius falsafah yang menyatakan bahwa manusia adalah mahluk sosial. Bahwa kerja sama adalah merupakan kebutuhan yang sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup. Tanpa kerja sama, tidak akan ada individu, keluarga, organisasi, atau sekolah ( Anita Lie Cooperative Learning. Hal. 28 ).
Model pembelajaran cooperativ learning dapat : mengembangkan minat, kemampuan, kesenangan, pengalaman, kecepatan dan gaya belajar siswa, memungkinkan siswa dapat bersosialisasi dengan menghargai pendapat orang lain dan berlatih kerjasama melalui kegiatan dan mengkomunikasikan dengan siswa lain, menumbuhkan semangat mandiri, bekerjasama dan berkompetisi secara sportif dan juga menyediakan kegiatan yang mendorong untuk bekerjasama dengan menjunjung solidaritas sesama teman, menciptakan kondisi yang menyenangkan, karena pembelajaran dibuat nyaman dan menyenangkan sangat diperlukan, karena otak akan bekerja optimal bila perasaan senang biasanya akan muncul ide – ide dan diwujudkan dalam bentuk permainan, mengembangkan beragam kemampuan dan pengalaman belajar sehingga anak dengan berbagai kemampuan yang berbeda akan dapat terlayani secara optimal. (Sujatmiko, Drs dan Nurlaili, Dra.M.Ed kurikulum KBK 2003).
Dengan melihat pernyataan diatas motivasi belajar adalah suatu upaya yang dikondisikan oleh guru dalam menyediakan kondisi kondisi tertentu sehingga siswa terdorong untuk mencapai tujuan belajar yang telah dirumuskan sebelumnya.
Rendahnya motivasi belajar siswa telah lama menjadi bahan pemikiran para guru di lingkungan SMP Negeri 5 Serang terutama bagi guru IPS. Hasil dari pengamatan pra penelitian ini adalah sebagai berikut : a). siswa kurang mandiri dan cenderung pasif dalam pembelajaran, b). para siswa masih kesulitan dalam mengemukakan pendapat, ide atau gagasan, c). para siswa masih kurang dapat bekerja sama dalam pembelajaran pada saat diskusi kelompok, d). jalannya diskusi cenderung didominasi oleh beberapa siswa saja. Masalah tersebut disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: a). kurangnya motivasi belajar siswa, b). kurangnya inisiatif individu dalam belajar, c). kurangnya rasa tanggung jawab pada diri siswa, d). kurangnya pemahaman tentang makna kerja sama bagi siswa pada saat diskusi kelompok, e). strategi pembelajaran yang diterapkan kurang tepat dan kurang menarik dan f). siswa tidak tahu tujuan pembelajaran sehingga tidak memahami makna belajar.
Dari hasil observasi selama melakukan penelitian, dapat dilihat keaktifan siswa hanya 62%, kerjasama 48%, persentasi 45%, bertanya 75% dan menjawab hanya 35 %. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap hasil ulangan siswa yang hanya mendapatkan nilai rendah dan ketuntasan belajar siswa tidak maksimal sedangkan KKM yang harus dicapai adalah 65. Darii 20 siswa yang mencapai KKM hanya 9 orang, sedangkan yang dibawah KKM 11 orang.
Pembelajaran kooperatif model jigsaw adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lainnya dalam kelompoknya (Arends, 1997). .. Dalam metode ini kelas dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3 – 6 orang dengan karakteristik yang heterogen, Bahan ajar yang disajikan dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah siswa dalam kelompok selanjutnya bahan ajar diberikan kepada siswa dalam bentuk teks atau masalah dan setiap siswa bertanggung jawab terhadap satu bagian dari bahan ajar tersebut. Siswa dengan bagian bahan ajar yang sama dari berbagai kelompok berkumpul dalam satu kelompok baru yang disebut kelompok ahli. Selanjutnya mereka mempelajari dan mengkaji bahan ajar tersebut lalu mereka berdiskusi dan bekerja sama untuk meyelesaikan masalah yang sama. Setelah selesai berdiskusi, masing-masing siswa kembali ke kelompok asalnya untuk mengajar dan memberikan penjelasan tentang penyelesaian masalahnya kepada anggota kelompok lainnya (mengajar angota lainnya) hingga seluruh bahan ajar terselesaikan. Selanjutnya dilakukan evaluasi secara individu maupun kelompok terhadap bahan ajar yang telah dipelajari, bagi yang mendapatkan prestasi tertinggi diberikan penghargaan oleh guru, baik secara individu maupun kelompok.

Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Serang untuk mata pelajaran IPS. Sebagai Subyek penelitian adalah siswa kelas VII A yang terdiri dari 20 siswa dan melibatkan 1 guru IPS kelas 1 sebagai kolaborator dan seorang Observer.
Penelitian terdiri atas dua siklus, masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan ( planning ), pelaksanaan ( Acting ), pengamatan ( Observating ) dan tindak lanjut ( Reflecting ). Secara umum alur pelaksanaan tindakan kelas ini digambarkan oleh Kurt Lewis. Sebagai gambar berikut ini.

Hasil Penelitian dan Pembahasan.
Siklus ke satu :

Setelah dilakukan tindakan-tindakan pada siklus 1, terdapat perubahan, yaitu motivasi belajar siswa lebih meningkat bila dibandingkan dengan sebelum dilakukan penelitian . Berdasarkan hasil pengamatan siswa, diperoleh rata-rata aktivitas siswa bervariasi berdasarkan aspek yang diamati, dalam pengamatan jelas diperoleh data bahwa siswa masih kurang dalan aspek menjawab. Siswa belum terbiasa dan nampak bingung dalam langkah-langkah pembelajarn koperatif, siswa belum terbiasa untuk bekerjasama, berbagi tanggung jawab dan berbagi informasi, siswa cenderung masih mengandalkan teman-temannya yang pintar. Kondisi yang kondusif mendukung timbulnya keinginan siswa untuk mau dan mampu mencapai tujuan, ternyata terbukti dari hasil siklus pertama ini walaupun perubahan tidak terlalu mencolok hal ini terlihat dari meningkatnya hasil perolehan ulangan siswa setelah proses siklus berakhir. Sebagai pembanding nilai peneliti mengambil nilai pre test dengan nilai post test.Yaitu 48.16 pretest dan 52.36 pada postest
Pada akhir siklus 1 di minta memberikan pendapatnya tentang pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan cooperative learning tipe jigsaw. Hasil komentar ini terlihat pada tabel di bawah ini :

Berdasarkan hasil kuisioner tentang penggunaan model ini dapat dilihat bahwa dari 20 orang siswa 17 orang menyatakan dengan diskusi KBM lebih menyenangkan, 13 orang menyatakan materi mudah dipahami, 17 orang menyatakan dapat membangun kerjasama antar teman, 20 orang menyatakan bahwa dengan diskusi belajar lebih semangat, 19 orang menyatakan bahwa dengan diskusi dapat meningkatkan aktivitas siswa, dapat menyampaikan pendapat dan dapat menyelesaikan masalah. Berdasarkan hasil kuesioner 89% siswa menyukai cooperative learning tipe jigsaw, tetapi jika dilihat dari hasil pre test dan pos test perolehan nilai siswa masih dibawah KKM. Untuk itu peneliti melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus 1, sebagai bahan untuk membuat perencanaan pada siklus 2. Alternatif –alternatif yang akan dilakukan untuk meminimalisir kekurangan pada siklus 1 adalah dengan memberikan penghargaan point tambahan nilai bagi siswa yang mngajukan pertanyaan dan menjawab sehingga diskusi akan lebih hidup dan siswa lebih semangat dalam meningkatkan rasa ingin tahu dengan lebih banyak membaca buku. Sedangkan bagi siswa yang pasif peneliti akan lebih memberi arahan dan bimbingan agar dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.

Siklus ke dua
Rata-rata motivasi siswa dalam pembelajaran pada siklus 2 ada peningkatan ini ditandai dengan adanya : peningkatan keaktifan siswa dalam diskusi dilihat dari aspek- aspek : Keaktifan 69% ( baik ), kerjasama 56% ( cukup ), presentasi 53% (cukup), bertanya 79% (baik ) dan aspek menjawab 50% ( cukup ).

Dari hasil test setelah proses pembelajaran berlangsung, terlihat adanya peningkatan skor dari siklus 1 55.90 menjadi 7.74

Berdasarkan data diatas terlihat bahwa ada kenaikan rata-rata dari siklus sebelumnya , hal ini memberi informasi bahwa pembelajaran IPS terpadu dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw akan meningkatkan aktivitas belajar siswa. Berdasarkan catatan lapangan diperoleh data munculnya beberapa siswa yang memilki kecerdasan linguistik dan kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain.

Pembahasan
Dari hasil penelitian yang dikumpulkan baik dari kolaborator, angket siswa, hasil monitoring nilai proses siswa dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar IPS. Masalah yang ada pada saat kegiatan pembelajaran IPS- yaitu siswa menampakkan kurang bersemangat dan kurang siap dalam menghadapi pelajaran sudah dapat diubah.
Dari hasil pengamatan pada siklus ke-1 proses kerjasam dalam diskusi masih sangat kurang serta keberanian anggota kelompok menjawab pertanyaan yang muncul dalam kegiatan presentasi masih sangat kurang, yang ini mungkin disebabkan kurangnya penguasaan siswa terhadap materi yang di diskusikan.
Jika melihat nilai hasil evaluasi sudah cukup baik dan juga siswa tampak bergairah dalam mengikuti pembelajaran. Menurut peneliti ini tidak terlepas dari metode pembelajaran dan pendekatan yang digunakan yang menuntut siswa untuk aktif berpartisipasi dalam setiap pembelajaran dan tidak membosankan.
Kesulitan siswa dalam memecahkan permasalahan yang muncul dalam diskusi yang tidak ditemukan dalam buku paket maupun hand out, hal ini menurut peneliti disebabkan siswa masih kurang dalam minat membaca di perpustakaan maupun di rumah, sehingga bekal pengetahuan umum siswa masih sangat kurang, maka motivasi untuk gemar membaca pada siswa perlu ditingkatkan.
Dari uraian keseluruhan siklus di atas tampak bahwa dengan menggunakan metode Jigsaw dalam pembelajaran IPS untuk metari ”permukaan bumi” di kelas VII, pamahaman siswa tentang konsep kehidupan masa pra aksara menjadi meningkat, ini dapat di lihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dan tingkat ketuntasan kelas, walaupun jika diperhatikan secara kelompok belum dikatakan tuntas.
Penerapan metode Jigsaw yang digunakan dalam pembelajaran IPS materi ”permukaan bumi” di kelas VII A ini masih tetap memerlukan peran aktif dari guru, disamping juga perlu disediakannya buku pegangan yang harus dibaca siswa sebelum proses pembelajaran dimulai untuk membekali siswa tentang konsep-konsep dasar yang harus dipahami.

Kesimpulan
Pendidikan merupakan investasi dari sumber daya manusia untuk jangka panjang yang mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan kebudayaan dan peradaban manusia. Masalah pendidikan yang banyak diperbincangkan adalah masalah rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang lembaga pendidikan yang tercermin dari rendahnya rata-rata prestasi belajar siswa.
Upaya mengatasi rendahnya mutu pendidikan dapat diatasi dengan berbagai cara, mulai dari pengembangan kurikulum, pengembangan metode, dan alat bantu pengajaran, dalam rangka perbaikan dan pengembangan proses belajar mengajar, dari proses belajar mengajar yang onvensional ke arah proses belajar mengajar yang modern.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah dirumuskan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini sebagai berikut, ”apakah metode cooperative learning dapat meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran IPS Dari hasil observasi, wawancara,kuesioner dan tes dapat dilihat bahwa:
1)Adanya peningkatan terhadap prosentase keberhasilan diskusi dari 53% menjadi 61,4% sebesar 8,4%
2)Adanya peningkatan nilai rerata pada pre test sebesar 7,74% dan post test sebesar 4,76%
3)Lebih dari 89% siswa menyetujui/menyukai metode cooperative learning tipe jigsaw
4)Adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dari 63,5% menjadi 70% dengan jumlah siswa yang tuntas dari 9 orang siswa menjadi 15 siswa ada kenaikan sebanyak 6 siswa

*)Penulis adalah kelompok 1
MGMP IPS Kota Serang 2012
DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi. Abu. 1984. Didaktik Metodik. Semarang : CV. Toha Putra.
Arikunto, S., Suhardjono, Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.
Dimyati.1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Djamarah.Bahri.Saeful dan Zaein,Aswan. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Lie, A. 2004 Kerja Kelompok. Jakarta : Grasindo.
Mukminan. 2004. Pembelajaran Tuntas. Jakarta: Depdiknas.
Solihantin dan Rahadjo. 2008. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta : Bumi Aksara.
Sujatmiko dan Nurlaili, L. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Depdiknas.
Wibowo, Basuki. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Depdiknas.
Yuhana.Yuyu. 2005. Pembelajaran Koperatif Tipe TGT Sebagai Upaya untuk Memperbaiki Aktivitas dan Hasil Belajar pada Mata Kuliah Aljabar Lineer I. Depdiknas : PMTK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s