Hasil Peserta Workshop Peningkatan Karir Guru IPS Kota Serang 2012 ( 2 )

JURNAL HASIL PENELITIAN OLEH KELOMPOK 2

1. Hj. SITI SUROYYA S.Pd ( SMPN 7 Kota Serang )
2. FIFI ARIFAH S.Pd ( SMPN 2 Kota Serang )
3. ENY SUHENY S.Pd ( SMP PGRI 1 Kota Serang )
4. IMI MARTINI S.Pd ( SMPN 24 Kota Serang )
5. ZARQONI S.Pd ( SMPN 16 Kota Serang )
6. HERI BUHORI S.Pd ( SMPN 14 Kota Serang )
7. Hj.Uun Nuripah,S,Pd ( SMPN 7 Kota Serang )
8. Sumi Lestari,S.Pd ( SMPN 11 Kota Serang )

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS IX B
DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA UANG TERHADAP KOMPETENSI DASAR UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN PADA MATA PELAJARAN IPSTERPADU DI SMP PGRI I KOTA SERANG
Oleh : Kelompok 2 *)

Abstrak :
Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemeran utama. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung secara hidup. Namun pada kenyataannya masih banyak terjadi dalam kegiatan proses belajar hanya terdapat pada kegiatan guru saja, siswa masih banyak yang pasif dan tidak tertarik pada mata pelajaran yang disampaikan oleh guru yang bersangkutan sehingga menyebabkan hasil belajar siswa menjadi tidak memuaskan. Berdasarkan Permasalahan tersebut diantaranya adalah :Kurangnya minat siswa terhadap materi uang , Rendahnya hasil belajar siswa pada materi uang maka digunakan Media Uang dan alat peraga uang, sehingga dapat Meningkatkan minat siswa terhadap materi uang dan Meningkatkan hasil belajar siswa pada materi uang, Peningkatan motivasi ini terlihat pada saat kegiatan diskusi kelompok, keaktifan siswa mencapai 64 %, keberanian menyampaiakan pertanyaan mencapai 76%. Penggunaan media uang dalam pembelajaran IPS dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di kelas IX B SMP PGRI Kota Serang pada materi Jenis-jenis Uang, indikatornya adalah nilai rata-rata siswa mencapai 75 dengan KKM Kompetensi Dasarnya 70
Kata kunci : Hasil Belajar,Media Uang, kompetensi Dasar

PENDAHULUAN
Hasil belajar menurut Anni (2004:4) merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Hasil belajar menurut Sudjana (1990:22) adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajaranya. Dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu kemampuan atau keterampilan yang dimiliki oleh siswa setelah siswa tersebut mengalami aktivitas belajar. Gagne mengungkapkan ada lima kategori hasil belajar, yakni : informasi verbal, kecakapan intelektul, strategi kognitif, sikap dan keterampilan. Sementara Bloom mengungkapkan tiga tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus dicapai dan merupakan hasil belajar yaitu : kognitif, afektif dan psikomotorik (Sudjana, 1990:22). Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu :
•Faktor dari dalam diri siswa, meliputi kemampuan yang dimilikinya, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis.
•Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, terutama kualitas pengajaran.
Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana (1990:56), melalui proses belajar mengajar yang optimal ditunjukkan dengan ciri-ciri sebagai berikut :
•Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai.
•Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya, artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya.
Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana (1990:56), melalui proses belajar mengajar yang optimal ditunjukkan dengan ciri-ciri sebagai berikut : (1) Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. (2)Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya, artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya.
Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya, akan tahan lama diingat, membentuk perilaku, bermanfaat untuk mempelajari aspek lain, kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya.
Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif), yakni mencakup ranah kognitif, pengetahuan atau wawasan, ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik, keterampilan atau perilaku. Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Dengan melihat pernyataan diatas Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemeran utama. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung secara hidup. Namun pada kenyataannya masih banyak terjadi dalam kegiatan proses belajar hanya terdapat pada kegiatan guru saja, siswa masih banyak yang pasif dan tidak tertarik pada mata pelajaran yang disampaikan oleh guru yang bersangkutan sehingga menyebabkan hasil belajar siswa menjadi tidak memuaskan.
Ada beberapa permasalahan yang sedang dihadapi oleh guru IPS TERPADU di SMP PGRI I KOTA SERANG khususnya pada kelas IX B terhadap materi uang yang harus segera dicarikan solusinya. Permasalahan tersebut diantaranya adalah : (1). Kurangnya minat siswa terhadap materi uang di kelas IX B SMP PGRI I KOTA SERANG.( 2). Rendahnya hasil belajar siswa pada materi uang di kelas IX B SMP PGRI I KOTA SERANG
Permasalahan Kurangnya minat dan hasil belajar siswa pada materi uang di kelas IX B SMP PGRI I KOTA SERANG dapat dikembangkan dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

1.Bagaimana pengaruh penggunaan media uang terhadap minat siswa pada materi uang sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi uang di kelas IX B SMP PGRI I KOTA SERANG ?
2.Bagaimana pengaruh penggunaan media uang terhadap hasil belajar siswa pada materi uang sehingga dapat meningkatkan hasil ulangan siswa ?

Untuk itu penelitian ini bertujuan :
1. Meningkatkan minat siswa terhadap materi uang di kelas IX B SMP PGRI I KOTA
SERANG
2. Meningkatkan hasil belajar siswa pada materi uang di kelas IX B SMP PGRI I KOTA SERANG

METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di SMP PGRI 1 KOTA SERANG untuk mata pelajaran IPS TERPADU . Sebagai Subyek penelitian adalah siswa kelas 9 ( Sembilan ) B yang terdiri dari 40 siswa yaitu 19 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan . Melibatkan 1 guru IPS kelas, 1 sebagai kolaborator. Kelas ini sebagai miniatur dari kondisi sekolah SMP PGRI 1 KOTA SERANG. Rancangan penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Action Ressearch ) Penelitian terdiri atas dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2012 dan siklus ke dua tanggal 4 Maret 2012 . Masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan ( planning ), pelaksanaan ( Acting ), pengamatan ( Observating ) dan tindak lanjut ( Reflecting ).
Hasil Penelitian dan Pembahasan.
Siklus ke satu :
Setelah dilakukan tindakan-tindakan pada siklus 1, terdapat perubahan, yaitu motivasi belajar siswa lebih meningkat bila dibandingkan dengan sebelum dilakukan penelitian .
Penelitian tindakan siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 15 November 2011. Bahan kajian siklus 1 adalah mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.
Hasil kegiatan penelitian tindakan dalam siklus 1 antara lain :

( 1 ). Perencanaan (Planning )
Dalam tahap perencanaan kegiatan yang dilakukan antara lain :
1.Mempersiapkan instrumen yang akan digunakan untuk pengamatan dan penilaian,
2.Memperkenalkan dan menjelaskan metode pembelajaran demonstrasi bervariasi kepada siswa
3.Menyusun skenario untuk pembagian kelompok
4.Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP)
5.Melaksanakan Pre test

( 2 ). Pelaksanaan ( Acting )
Pelaksanaan dilaksanakan berdasarkan skenario yang telah dibuat dalam RPP dan silabus, yang antara lain :
Fase 1. Guru memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran sebagai motivasi terhadap siswa
Fase 2. Guru mendemonstrasikan media pembelajaran berupa jenis-jenis uang kemudian menjelaskan secara ringkas tentang jenis-jenis uang tersebut
Fase 3. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok dan masing-masing kelompok diberikan media berupa jenis-jenis uang.
Fase 4. Setiap kelompok diberi tugas sebagai berikut:
a.Apa yang dimaksud cek, dan identifikasi ciri-ciri cek.
b.Apa yang dimaksud giro, dan Identifikasi ciri cri giro
c.Apa perbedaan cek dan giro
d.Apa yang dimaksud telegrafik transfer dan berilah contohnya.
e.Apa perbedaan nilai nominal dan nilai intrinsik.
Fase 5. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya didepan kelas oleh perwakilan kelompoknya. Selanjutnya guru bersama siswa melakukan refleksi dan membuat kesimpulan
Fase 6. Melaksanakan Post Tes

( 3 ). Pengamatan ( Observating )
Dalam kegiatan pengamatan ini peneliti menekankan kepada dua aspek yaitu :
a. Rata-rata motivasi siswa dalam proses pembelajaran
Setelah dilakukan tindakan-tindakan pada siklus 1, terdapat perubahan, yaitu ketertarikan belajar siswa lebih meningkat bila dibandingkan dengan sebelum dilakukan penelitian . Berdasarkan hasil pengamatan siswa, diperoleh rata-rata aktivitas siswa bervariasi berdasarkan aspek yang diamati, dalam pengamatan jelas diperoleh data bahwa siswa masih kurang dalan aspek menjawab. Siswa belum terbiasa untuk bekerjasama, berbagi tanggung jawab dan berbagi informasi, siswa cenderung masih mengandalkan teman-temannya yang pintar. Prosentase keberhasilan diskusi dilihat dari aspek keaktifan 64% ( baik ), kerjasama 50% ( cukup ), presentasi 46% ( cukup), bertanya 76% (baik), menjawab 40% ( kurang.

b. Rata-rata hasil belajar
Minat siswa terhadap materi pelajaran dengan media uang ternyata terbukti cukup berhasil dalam siklus pertama ini walaupun perubahan tidak terlalu mencolok, hal ini terlihat dari meningkatnya hasil belajar siswa setelah proses siklus berakhir. Sebagai pembanding nilai peneliti mengambil nilai pre test dengan nilai post test yaitu nilai pretest 65 dan postest 70

( 4 ). Refleksi
Berdasarkan hasil analisis data dan pemantauan ditemukan beberapa aspek keberhasilan, terdapat perubahan, yaitu minat belajar siswa lebih meningkat bila dibandingkan dengan sebelum pembelajaran dengan menggunakan media Uang melalui model Demonstrasi Bervariasi . Peningkatan motivasi ini terlihat pada saat kegiatan diskusi kelompok, keaktifan siswa mencapai 64 %, keberanian menyampaiakan pertanyaan mencapai 76%.
Kelemahan-kelemahan yang perlu di rencanakan kembali pada siklus berikutnya , yaitu : ( 1 ) siswa dengan motivasi belajar tinggi baru sebesar 40 % berarti belum sesuai dengan indikator penelitian, ( 2). Pada pembuatan kelompok masih terlihat ramai dan kacau, (3). Aktitivitas siswa dalam menanggapi presentasi masih kurang, masih ada siswa yang tidak mau melibatkan diri dalam diskusi. ( 4 ) Pada saat presentase di depan kelas beberapa siswa masih kelihatan canggung, takut dan malu, ( 5 ) waktu sebagian besar teralokasikan untuk diskusi sehingga terjadi kekurangan waktu untuk presentasi dan tanggapan.
2. Siklus ke dua
Penelitian tindakan siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 25 November 2011 . Bahan kajian siklus 2 adalah mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.
Kegiatan pada siklus 2 meliputi :

( 1 ). Perencanaan
Berdasarkan refleksi, observasi dan penilaian pada siklus 1 , maka siklus 2 merupakan perbaikan pada siklus 1. Rencana tindakan siklus 2 meliputi :
1.Pemberian tugas individu setelah siklus ke-1
2.Mempelajari materi yang akan dibahas pada siklus ke-2
3.Menyusun ulang strategi pembagian kelompok agar lebih teratur
4.Memberikan tambahan point bagi yang mempresentasikan, mengajukan pertanyaan maupun menanggapi pertanyaan
5.Mempertegas pembagian waktu.

( 2 ). Pelaksanaan Tindakan ( Acting )
Pelaksanaan pada siklus 2 pada dasarnya sama dengan siklus 1 , hanya pada siklus 2 ini diadakan perubahan-perubahan sesuai kekurangan dari siklus 1 sehingga diharapkan pada siklus 2 ini terjadi peningkatan baik motivasi mupun hasil belajar siswa. Pelaksanaan tindakan disesuaikan dengan perencanaan yang telah dibuat, antara lain :
Fase 1. Siswa menerima informasi tentang tujuan pembelajaran sebagai motivasi
Fase 2. Membentuk kelompok menjadi 4, selanjutnya siswa diberikan materi ajar tentang jenis-jenis uang dan masing-masing kelompok diberi media jenis-jenis uang.
Fase 3. Menyimak materi yang dipelajari dan setiap kelompok menerima materi ajar.
Fase 4. Tiap kelompok diberi tugas untuk mendiskusikan tema sebagai berikut:
a.Apa yang dimaksud cek., Dan identifikasi ciri-ciri cek.
b.Apa yang dimaksud giro, dan Identifikasi ciri cri giro
c.Apa perbedaan cek dan giro ?
d.Apa yang dimaksud telegrafik transfer dan berilah contohnya.
e.Apa perbedaan nilai nominal dan nilai intrinsik.
Fase 5. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasill diskusi kelompoknya dan ditanggapi oleh kelompok lain.Selanjutnya guru bersama siswa melakukan refleksi dan membuat kesimpulan
Fase 6.Melaksanakan Pos Tes

( 3 ). Pengamatan ( Observating )
Dalam kegiatan pengamatan pada siklus 2 ini peneliti sama menekankan kepada dua aspek yaitu :
a. Rata-rata motivasi siswa dalam proses pembelajaran
Rata-rata motivasi siswa dalam pembelajaran pada siklus 2 ada peningkatan ini ditandai dengan adanya : peningkatan keatifan siswa dalam diskusi. Yaitu keaktifan 70% ( baik ), kerjasama 57% (cukup), presentasi 55 % cukup, bertanya 80% ( baik ) dan menjawab 55% ( cukup ).

b. Rata-rata hasil belajar
Dari hasil test setelah proses pembelajaran berlangsung, terliat adanyan peningkatan skor dibandingkan dengan siklus ke-1 hal ini terlihat pada rerata pendapatan skor siswa pada akhir siklus ke- 2. Yaitu terjadi peningkatan dari siklus ke-1 ke siklus kedua dari 73 ke 75 atau terjadi peningkatan 2

( 4 ) . Refleksi .
Berdasarkan data diatas terlihat bahwa ada kenaikan rata-rata dari siklus sebelumnya ,hal ini memberi informasi bahwa pembelajaran IPS terpadu dengan menggunakan model pembelajaran Demonstrasi Bervariasi akan meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Berdasarkan catatan lapangan diperoleh data munculnya beberapa siswa yang memilki kecerdasan linguistik dan kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dikumpulkan baik dari kolaborator, angket siswa, hasil monitoring nilai proses siswa dapat disimpulkan bahwa penggunaan media yang tepat berupa uang melalui model pembelajaran Demonstrasi Bervariasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada KD Uang dan Lembaga Keuangan. Masalah yang ada pada saat kegiatan pembelajaran yaitu siswa menampakkan kurang bersemangat dan kurang siap dalam menghadapi pelajaran sudah dapat diubah.
Dari hasil pengamatan pada siklus ke-1 proses kerjasama dalam diskusi masih sangat kurang serta keberanian anggota kelompok menjawab pertanyaan yang muncul dalam kegiatan presentasi masih sangat kurang, yang ini mungkin disebabkan kurangnya penguasaan siswa terhadap materi yang di diskusikan.
Jika melihat nilai hasil evaluasi sudah cukup baik dan juga siswa tampak bergairah dalam mengikuti pembelajaran. Menurut peneliti ini tidak terlepas dari media uang yang ditampilkan secara riil sehingga dapat mengurangi verbalisme pada materi yang disampaikan dalam proses pembelajaran, serta dengan menggunakan model pembelajaran dan pendekatan yang digunakan yang menuntut siswa untuk aktif berpartisipasi dalam setiap pembelajaran dan tidak membosankan.
Dari uraian keseluruhan siklus di atas tampak bahwa dengan menggunakan media yang tepat berupa uang dalam pembelajaran IPS untuk materi Mendeskripsikan Uang dan Lembaga Keuangan di kelas IXB SMP PGRI Kota Serang, pamahaman siswa tentang konsep uang dan jenis-jenisnya menjadi meningkat, ini dapat di lihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dan tingkat ketuntasan kelas, walaupun jika diperhatikan secara kelompok belum dikatakan tuntas.
Penerapan model pembelajaran dengan menggunakan media uang dan jenis-jenisnya dalam pembelajaran IPS materi Uang dan Lembaga Keuangan di kelas IX B ini masih tetap memerlukan peran aktif dari guru, disamping juga perlu disediakannya buku pegangan yang harus dibaca siswa sebelum proses pembelajaran dimulai untuk membekali siswa tentang konsep-konsep dasar yang harus dipahami, serta dengan model dan pendekatan yang tepat dalam pembelajaran.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disampaikan bahwa agar pemahaman siswa dapat meningkat pada pembelajaran IPS, maka perlu perlakuan dan pengkondisian, antara lain:
1.Pemilihan metode yang tepat.
2.Perlu disarankan untuk membaca buku paket atau hand out paling tidak satu minggu sebelum pembelajaran dilaksanakan untuk membekali siswa tentang pengetahuan dasar yang harus dikuasai untuk memecahkan masalah yang ada.
3.Guru tetap diperlukan untuk memberikan konsep-konsep dasar IPS.
4.Perlu pemberian tugas terstruktur bagi siswa setiap selesai pembelajaran.

KESIMPULAN
Berdasarkan pada data yang telah dikumpulkan dan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan:
1.Penggunaan media uang dalam pembelajaran IPS dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di kelas IX B SMP PGRI Kota Serang pada materi Jenis-jenis Uang, indikatornya adalah nilai rata-rata siswa mencapai 75 dengan KKM Kompetensi Dasarnya 70
2.Langkah operasional yang perlu diperhatikan untuk pembelajaran dengan menggunakan media uang adalah
5.Pemilihan metode atau pendekatan yang tepat dalam proses pembelajaran.
6. Perlu disarankan untuk membaca buku paket atau hand out paling tidak satu minggu sebelum pembelajaran dilaksanakan untuk membekali siswa tentang pengetahuan dasar yang harus dikuasai untuk memecahkan masalah yang ada.
7.Guru tetap diperlukan untuk memberikan konsep-konsep dasar IPS.
8.Perlu pemberian tugas terstruktur bagi siswa setiap selesai pembelajaran.

SARAN
1.Penggunaan media-media yang tepat harus disertai dengan model pembelajaran yang tepat juga.
2.Perlu persiapan yang matang dalam perencanaan pembelajaran.
3.Penggunaan media pembelajaran hendaknya juga digunakan pada materi-materi pelajaran yang lain karena mampu membawa peserta didik berfikir secara realistis dan mengurangi kesan verbalistik dari materi yang diterangkan oleh pendidik .

*) Penulis adalah Kelompok 2 Workshop Peningkatan Karir
Guru IPS kta Serang Thn 2012

DAFTAR PUSTAKA

1.Sharismi, Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian . Jakarta. Rineka Cipta
2.Usman, Uzer. 2002. Menjadi Guru Profesional. Bandung. Remaja Rosdakarya
3.Tim Pengembang MKDK Kurikulum dan Pembelajaran, 2002. Kurikulum Pembelajaran. Juusan KTP FIP UPI Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s