Konsep Pembelajaran IPS Suatu Pengantar

By : Deni Sopari, M.Pd
Dalam setiap pertemuan MGMP IPS sering muncul perdebatan yang cukup alot tentang perbedaan antara ilmu-ilmu social yang dikenal dengan, geografi, ekonomi, sejarah dan sosiologi dan IPS yang dikenal sebagai gabungan dari ilmu-ilmu social. Akibatnya di lapangan masih terjadi dualisme penerapan. Untuk menyamakan persepsi antara guru-guru IPS terutama di lingkungan kota Serang. Di bawah ini penulis sajikan apa sebenarnya konsep IPS itu . Nah selamat menyimak….

Istilah ” Ilmu Pengetahuan Sosial ”, disingkat IPS merupakan nama mata pelajaran di tingkat sekolah dasar dan menengah atau nama program studi di perguruan tinggi yang identik dengan istilah ”social studies” dalam kurikulum persekolahan di negara lain seperti Australia dan Amerika Serikat ( Sapriya, 2009:19 ).
Di tingkat persekolahan terdapat banyak persepsi tentang istilah IPS ini, ada yang berpendapat IPS merupakan matapelajaran yang berdiri sendiri, ada yang mengartikan gabungan dari sejumlah mata pelajaran atau disiplin ilmu dan ada yang mengartikan program pengajaran. Perbedaan persepsi itu tidak terlepas dari sejarah perkembangan pengertian IPS itu sendiri dan perbedaan pandangan para ahli mengenai nama untuk bidang studi ini, ada yang setuju dengan nama social studies yang diterjemahkan Pengetahuan Sosial ada yang lebih setuju dengan social science yang berarti Ilmu Pengetahuan Sosial. Pihak yang setuju dengan istilah social studies memfokuskan kajiannya pada fenomena, isu dan masalah-masalah sosial, sedangkan yang setuju dengan social science memfokuskan kajian pada disiplin ilmu ( Erliany,2007:30). Somantri ( 2001:73 ) perbedaan antara Ilmu-ilmu Sosial ( Social Science ) dengan pendidikan IPS ( Social Science Education, Social Studies) bukanlah perbedaan yang prinsipil, melainkan hanya perbedaan gradual. Menurutnya Ilmu-ilmu sosial diorganisasikan secara sistematis dan dibangun melalui penyelidikan ilmiah dan penelitian yang sudah direncanakan, sedangkan IPS terdiri atas bahan pilihan yang sudah disederhanakan dan diorganisasikan secara psikologis dan ilmiah untuk kepentingan tujuan pendidikan. Lebih jelasnya Somantri ( 2001) mendefinisikan pendidikan IPS sebagai berikut : ”suatu penyederhanaan disiplin atau adaptasi dari disiplin ilmu-ilmu sosial, psikologis, filsafat, ideologi negara dan agama yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan” ( Somantri, 2001:44).
Puskur ( 2007 ) mengartikan IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya yang dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya). (www.puskur.net ). Konsep IPS di atas sejalan dengan rumusan tentang studi sosial dari National Council for the Social Study.
NCSS defines social studies as “the integrated study of the social sciences and humanities to promote civic competence.” Within the school program, social studies provides coordinated, systematic study drawing upon such disciplines as anthropology, archaeology, economics, geography, history, law, philosophy, political science, psychology, religion, and sociology, as well as appropriate content from the humanities, mathematics, and natural sciences.
(http://en.wikipedia.org/wiki/Talk:National_Council_for_the_Social_Studies)
IPS merupakan kajian antar disiplin ilmu yaitu ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan dan diarahkan pada peningkatan kemampuan sebagai warganegara . IPS sebagai program sekolah mengadakan kajian terpadu dan sistematis yang mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu seperti antropologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filsafat, ilmu politik, psikologi, agama, dan sosiologi serta ilmu-ilmu kemanusiaan, matematika dan ilmu kealaman.
Sehubungan dengan kepentingan program pengajaran di sekolah Charles R.Keller dalam Sapriya et al. (2006:6) mengartikan IPS sebagai berikut :
Suatu paduan daripada sejumlah ilmu-ilmu sosial dan ilmu lainnya yang tidak terikat oleh ketentuan disiplin/struktur ilmu tertentu melainkan bertautan dengan kegiatan-kegiatan pendidikan yang berencana dan sistematik untuk kepentingan program pengajaran sekolah dengan tujuan memperbaiki, mengembangkan dan memajukan hubungan-hubungan kemanusiaan-kemasyarakatan.

Berdasarkan rumusan dan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa IPS mengkaji fenomena, perkembangan, kebutuhan, isu, dan masalah-masalah sosial dari kajian berbagai bidang ilmu, baik ilmu sosial, humaniora maupun sain. Oleh karena itu IPS merupakan kajian yang bersifat interdisipliner karena menggunakan dan menghubungkan tinjauan berbagai ilmu, terpadu karena isu dan masalah yang dikajinya dihubungkan, dipadukan antara satu masalah dengan yang lainnya.

Nah begitu sobat kalau kurang jelas kirim komentar yaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s